Warnet
Original by : Phantomim/Mahesa Ryan
Perkenalkan nama ku Rizki Aldean, teman sekantor ku sering memanggil ku Riz, aku tinggal sangat jauh dari kantorku ini, butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai kerumahku, cukup melelahkan apa lagi aku tidak mempunyai kendaraan pribadi hanya transjakarta yang aku sering aku gunakan, tak jarang juga aku sering nebeng sama teman sekantorku, yang membuatku benci adalah saat aku harus pulang jam 10 malam dan tidak ada angkutan yang membuatku sedih, "yaAmpun ini mana ya Angkot apa busway, gua pulang gimana inii..." kata-kata yang sering aku ucapkan saat tidak menemukan kendaraan yang mengantarku pulan.
Entah apa yang dipikirkan bos ku, aku diizinkan pulang pukul 6 sore, tapi tugas ku juga masih banyak, aku putuskan mengerjakan ini setelah sampai dirumah, aku sesampainya dirumah pukul 9 malam, aku menyalakan laptopku dan mencoba mengerjakan tugas kantor, tapi tak ada angin, tak ada hujan, laptop ku ini mati dan tidak mau menyala, "Sial! padahal ini genting banget, kenapa harus mati sih leppy tersayang" Gundahku, aku putuskan untuk pergi kewarnet untuk mengerjakan tugas-tugasku, Aku mengambil sepedah gunungku dan mencari warnet, nasib memang jika tidak mempunyai motor, tapi aku bahagia dengan keadaanku begini.
Baru sekitar 15 menit aku berjalan mencari warnet yang buka, aku menemukan sebuah warnet yang agak bikin parno, "ini warnet apa kuburan sih, hawa nya serem amat" Candaanku, tanpa pikir panjang aku langsung masuk karna aku ingin cepat menyelesaikan tugasku, aku melihat keseliling, memang agak suram warnet ini, aku menuju ke Operator warnet atau yang sering anak-anak kecil bilang OP, "bang, main personal ya.." ucap ku, tapi dia hanya mengangguk saja, mukanya pucat, mungkin orang ini sakit, pikirku, lalu aku memasuki Skat warnet PC ku, warnet ini diberi seperti kamar-kamar, aku tidak curiga apa-apa awalnya, aku menekan tombol Power dari PC
Sedikit samar samar aku cium bau bangkai, tapi terhalang oleh bau pengharum ruangan, "tumben kok sepi banget ya, mungkin udh pada tidur kali" ucapku, tak ada yang ku curiga, tapi setelah aku melihat Desktop komputer aku mulai curiga, karna Wallpapernya seperti foto-foto gore/ orang yang di potong-potong, "ah orang iseng kali inimah, gamungkin diwarnet ini ada beginian" Berusaha membuang segala pikiran buruk ku, aku langsung membuka Ms.Word 2007 *click* tiba muncul kalimat, "KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI SINI, SELAMAT KAU MENJADI MEMBER BARU DISINI" dan tiba tiba lampu warnet pun mati, aku mencoba tenang, "apa-apaan ini dah ah" lampu warnet kembali menyala, dan tiba-tiba bau bangkai pun tercium, banyak darah di CPU ku, tembok pun seperti banyak berkas cakaran, aku teriak "Mas... mas... tolong mas..." namun tak ada jawaban dari siapapun, Aku keluar dari kamar warnetku, dan melihat apa yang terjadi terkejutnya aku, Melihat sepotong tangan ada dilantai... lampu itu kembali mati...
Ah.. lampu warnet ini padam, rasa takutku kali ini berbeda dengan sebelumnya, Mungkin pada saat lampu pertama kali padam, aku tenang, namun kali ini tidak, setelah aku melihat sepotong tangan itu.. "Argh... mas tolong... jangan main main, Gua serius woy!" Teriaku. aku mencoba keluar dari warnet ini tapi aku tak bisa, pintu keluarnya pun seperti ditutup dan tidak akan bisa dibuka. bau bangkai semakin tercium, Lampu warnet itu menjadi remang-remang, tangan yang tadi aku lihat pun telah hilang, aku beranikan diri mengecheck setiap bilik-bilik warnet tersebut, setiap bilik aku check satu-satu dan alangkah terkejutnya aku, Menemukan banyak sekali mayat. Mulai dari tubuh mereka yang dipotong-potong menjadi bagian kecil seperti mutilasi sampai yang tidak bisa dipastikan bentuknya apa.
"Astaga... aku terjebak ditempat seperti ini, kenapa?" tanyaku, Kebetulan warnet ini memliki 2 lantai, tapi aku tidak cukup berani untuk memastikan apa yang ada diatas, Hawa dingin semakin menusuk ketulang, Keringat ketakutan ku semakin deras mengucur dari pori-pori ku, "apakah aku akan mati disini?" tanyaku... Aku bersandar ditembok, menatap ke atas, Aku memejamkan mataku berharap ini semua mimpi, sesekali aku mencoba berteriak memanggil penjaga warnet ini, namun tak ada jawaban, yang hanya ada suara nafas ketakutanku. Tak lama, Aku mendengar ada suara dari bilik nomor 13, aku tak tau suara apa itu tapi suara itu membuat kupingku sakit, Aku mencoba mengecheck apa yang ada pada Nomer 13.
tapi tak ada apa-apa, tapi anehnya, cuma PC nomer 13 ini saja yang kelihatannya masih bersih dan baik-baik saja, saat aku ingin memasuki bilik tersebut, Aku melihat penjaga warnet itu kembali, berdiri tepat disampingku, menatapku dengan tatapan kosong kulitnya yang pucat membuat merinding, aku tidak berani menatap wajahnya, dia berkata "gantikan aku..." terkejutnya aku, "taapi kenapaa? aku tidak mau disini" jawabku, sebelum dia menjawab pertanyaanku, dia menghilang dan kali ini aku mendengar suara gaduh diatas, kali ini aku memberanikan diri untuk naik keatas dan mencari tau.
sesampainya diatas aku melihat sesosok yang berwarna hitam pekat, matanya menyala, tepat dihadapanku, Dia melihatku, dan sontak saja aku lari mencari pertolongan, Namun apa daya, aku terjebak disini dan tidak bisa keluar, mahluk itu kembali muncul, sekarang dia muncul tepat didepan ku, Hawa membunuhnya dapat jelas aku rasakan, inilah akhir hidupku, Perut ku pun ditusuk dengan menggunakan pisau berkarat, aku jatuh terkapar, dia Tertawa seperti sangat bahagia melihat aku akan mati, dia menginjak kepalaku, aku sudah pasrah, kepala ku bocor, dan banyak sekali darah yang keluar, Aku bisa merasakan dia menarik kakiku, entah apa yang terjadi, tapi kedua kaki ku sudah tidak bisa dirasakan lagi.
Dan aku tau kenapa penjaga warnet tersebut menyuruh ku menggantikan posisi dia, karna dia juga pernah mati dengan hal yang sama sepertiku, aku harap seseorang datang dan menggantikan posisiku nanti, aku muak disini.Note : Dilarang mengcopy tanpa menyertakan sumber, copyright : abang mim B}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar